Home || Program Mastour || Pendaftaran Online || Profil || Kenangan || E-mail || Hubungi Kami || Tour-Domestik   
Ada 1.900 Jemaah Umrah Telantar di Tanah Suci

Semarang - Umat Islam yang ingin melaksanakan ibadah umrah dan haji diimbau agar berhati-hati dalam memilih biro perjalanan travel umrah dan haji. "Jangan sampai menjadi korban penipuan akibat perusahaan travel umrah yang tidak bertanggung jawab," kata Katua Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Kota Semarang Dr H Anasom MHum.

Dia mengingatkan hal itu saat menjadi pembicara dalam acara Silaturahim dan Manasik Umrah PT Mastour di Hotel Patra Jasa Semarang, kemarin. Menurut dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo itu, mencari biro travel jangan asal yang murah. "Tapi pastikan bahwa travel yang kita pilih ini benar-benar bagus track recordnya. Tidak hanya bisa memberangkatkan jemaahnya saja, namun juga memulangkan jemaahnya sebagaimana jadwal yang sudah dibuat," tambahnya.

Hadir sebagai pembicara lain yaitu, Sekretaris PWNU Jateng Dr H Arja Imroni MAg, Wakil Ketua PWNU Dr H Najahan Musyafak MA, Direktur RS Haji Surabaya dokter A Djaeli MPPM dan Dirut PT Mastour KH Syarqowi Ghozali Amin.

Menurut Anasom, cek and recek terhadap track record perusahaan travel umrah memang harus dilakukan. Apalagi, selama ini sudah banyak kasus yang menimpa umat Islam gagal berangkat ibadah umrah, padahal sudah melakukan pembayaran lunas.

Setelah diteliti ternyata, perusahaan itu abal-abal alias tidak berizin, atau bahkan uangnya dibawa kabur oleh pengelolanya. Lebih ngeri lagi adalah terhadap para jemaah umrah yang sudah berangkat ke tanah suci. Namun tidak bisa pulang ke Indonesia karena travelnya tidak bertanggung jawab. Mereka terlantar di negeri orang, kebingungan tidak bisa pulang.

"Laporan dari Kemenag pusat, dari Desember 2016 sampai pertengahan Januari 2017 ini sudah ada sekitar 1.900 jemaah umrah dari Indonesia yang telantar di tanah suci dan tidak bisa pulang, karena travelnya tidak bertanggung jawab.

Kalau seperti ini, pemerintah yang menyelesaikan. Sebanyak 1.900 jemaah itu diberangkatkan oleh 29 travel. 10 travel terdata punya izin, 19 travel terdata belum berizin. PT Mastour tidak termasuk dari 29 perusahaan travel umrah bermasalah itu," ujarnya.

Pekan terakhir Januari dan Februari 2017 ini, PT Mastour akan memberangkatkan sekitar 400-an calon jemaah umrah asal Jawa Tengah.

Dirut PT Mastour KH Syarqowi Ghozali Amin mengatakan, kemenag RI telah memberikan peringatan kepada umat Islam yang hendak beribadah umrah agar berpegang kepada "lima pasti" dalam memilih perusahaan travel umrah. Lima pasti yang dimaksud adalah pasti travelnya, pasti jadwalnya, pasti terbangnya, pasti hotelnya dan pasti visanya. Lima hal ini harus benar-benar diteliti, ketika seseorang ingin beribadah umrah.

"Pilih travel yang memiliki izin, alias tidak ilegal. Cek jadwalnya sejak keberangkatan sampai kepulangan, dan pastikan jadwalnya travel itu tidak pernah bermasalah. Teliti penerbangannya jangan sampai hanya bisa berangkat saja namun tidak bisa pulang. Selain itu juga dipastikan hotel dan visanya," imbuhnya.

Syarqowi yang kemarin didampingi Pimpinan PT Mastor Cabang Semarang H Jumadi Sastradihardja mengaku prihatin dan kasihan terhadap umat Islam yang telah menjadi korban travel umrah tidak bertanggung jawab. Mereka sudah mengeluarkan biaya, namun tidak bisa berangkat.

"Monggo, silakan cari travel yang memberikan harga murah, namun harus tetap memperhatikan Lima Pasti itu. Jangan sampai hanya karena mencari yang murah malah tidak jadi beribadah. Kasihan," tegasnya.

Dikatakan Syarqowi, PT Mastour adalah salah satu perusahaan travel haji plus dan umrah yang sudah mengantongi izin. Kantor pusatnya berada di Surabaya, dan memiliki sejumlah kantor cabang di banyak kota, seperti Kota Semarang. Dari tahun ke tahun, jumlah umat Islam yang bergabung PT Mastour untuk mejalankan ibadah di tanah suci juga terus bertambah.

"Kita terapkan motto 'Molimo', yang maksudnya adalah madep mantep melu mastour maneh. Kita selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu Allah dan Rasul," ucapnya.

Disingging soal aturan visa berbayar, menurut Syarqowi, bagi umat Islam yang melaksanakan ibadah hanya sekali dalam satu tahun hijriyah, baik ibadah atau umrah, maka visanya gratis. Namun untuk ibadah yang kedua. Jika masih dalam tahun yang sama, baik haji atau umrah, baru dikenakan visa berbayar, yaitu sekitar SR 2.000 atau Rp 7 Jutaan.

"Jadi, kalau dalam setahun (hijriyah) melakukan ibadah ke tanah suci dua kali, baik umrah semua atau umrah dengan haji, maka ibadah yang kedua visanya bayar," tandasnya.

  Berita Terkait
PT Mastour Berangkatkan 1.530 Jamaah, Pecahkan Rekor MURI
Sejarah baru ditorehkan PT Masya'aril Haram Tours & Travel (Mastour). Travel Haji dan Umrah ini memb

Ada 1.900 Jemaah Umrah Telantar di Tanah Suci
Semarang - Umat Islam yang ingin melaksanakan ibadah umrah dan haji diimbau agar berhati-hati dalam

Akhirnya Mastour Buka Cabang di Kota Bandung
Bandung - Presiden Director PT Masy'aril Haram Tours & Travel (Mastour) Syarqowie Ghozali Amin menga

Mastour Travel Berangkatkan 1.046 Jamaah Umrah dalam Sehari, Raih Penghargaan Leprind
SEMARANG - Bisnis perjalanan umrah sedang tumbuh pesat. Fenomena itu terlihat dari banyaknya pesert

Penyaluran zakat berbentuk bangun jembatan di Sumedang
SUMEDANG - Rumah Zakat bersama Vertical Rescue Indonesia menyalurkan bantuan pembangunan jembatan di

Terlibat penipuan, Polda Sumut bekuk 78 warga Cina
MEDAN - Kepolisian daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) bersama tim Mabes Polri dan Interpol menggere

Majelis Mujahidin tuntut AS cabut tuduhannya dan minta maaf
JAKARTA - Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin menuntut pemerintah Amerika Serikat (AS) mencabut tud

Hari ini ribuan umat Islam akan kawal sidang perdana Buni Yani
BANDUNG - Ribuan umat Islam yang tergabung di Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat rencananya a

Ahok resmi jadi narapidana, segera jebloskan ke LP Cipinang!
JAKARTA - Dengan dicabutnya permohonan banding jaksa, maka Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah resmi

Guru Besar FH Undip dilarang bahas Khilafah
JAKARTA - Guru Besar Fakultas Hukum Undip Prof Dr Suteki, MHum, mempertanyakan pelarangan diskusi il

©2014 PT. MASTOUR-TRAVEL
JLN. RAYA MENGANTI NO. 29 SURABAYA
PHONE (031) 7669944, FAX (031) 7673232